Selasa, 30 Juni 2015

BLC TELKOM. LINUX MINT

SELASA, 30 JUNI 2015

LINUX MINT

Linux Mint adalah sistem operasi berbasis linux untuk PC. Inti dari Linux Mint ialah Ubuntu, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada Linux Mint. Walaupun inti dari LinuxMint adalah Ubuntu, Linux Mint hadir dengan tampilan yang berbeda dengan Ubuntu.

Dirilis pertama kali tanggal 27 Agustus 2006 oleh pencetus proyek Clement Lefebvre. Rilis pertama distro ini kurang mendapat perhatian, karena versinya masih tahap beta dan tidak pernah dirilis dalam versi yang lebih stabil sehingga distro ini kurang dikenal. Setelah kemunculan Linux Mint 2.0 “Barbara” beberapa bulan kemudian, Linux Mint mulai mendapat perhatian dari kalangan komunitas Linux. Dengan adanya komunitas tersendiri bagi pengguna Linux Mint, distro ini merilis beberapa versi yang boleh dikatakan sukses pada rentang 2006-2008.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Sejarah Sistem Operasi Linux Mint: http://dosen.gufron.com/artikel/sejarah-sistem-operasi-linux-mint/5/

Inti dari Linux Mint adalah Ubuntu yang merupakan turunan dari Debian, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada Linux Mint. Walaupun inti dari Linux Mint adalah Ubuntu, akan tetapi selama bertahun-tahun Linux Mint hadir dengan tampilan yang berbeda dengan Ubuntu. Dimulai dari versi 2.0 “Barbara”, Linux Mint membangun Codebase sendiri, sehingga untuk setiap rilis terbaru selalu menggunakan versi sebelumnya dari Linux Mint sendiri. Tetapi untuk repositorinya bisa menggunakan versi terbaru dari Ubuntu.

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Sejarah Sistem Operasi Linux Mint: http://dosen.gufron.com/artikel/sejarah-sistem-operasi-linux-mint/5/
Tahun 2008, ketika akan merilis versi 5.0 “Elyssa”, Linux Mint mengadopsi siklus rilis Ubuntu. Dalam tahun yang sama, untuk meningkatkan kesesuaian antara 2 (dua) sistem, Linux Mint tidak lagi menggunakan Codebase sendiri. Sejak versi 6.0 “Felicia” Linux Mint tidak lagi dibangun menggunakan Codebase terdahulunya (versi 5.0 “Elyssa”) tetapi dibangun mengikuti Codebase dari versi terbaru Ubuntu. Jadi setiap kali Ubuntu merilis versi terbarunya, Codebase Ubuntu akan digunakan untuk membangun Linux Mint versi berikutnya juga. Sehingga rilis terbaru Linux Mint akan hadir sekitar 1 bulan setelah rilis Ubuntu.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Sejarah Sistem Operasi Linux Mint: http://dosen.gufron.com/artikel/sejarah-sistem-operasi-linux-mint/5/
Pada tahun 2010, Linux Mint mengeluarkan versi Debian sebagai dasar Codebase-nya (LinuxMint Debian Edition (LMDE)), sehingga rilis dan paketnya tidak lagi terikat dengan Ubuntu. Walaupun demikian, versi Linux Mint dengan Codebase Ubuntu tetap tersedia. Sampai saat ini, Linux Mint sudah mencapai versi 15 “Olivia” untuk versi Ubuntu dan 201303 untuk versi Debian. 

Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Sejarah Sistem Operasi Linux Mint: http://dosen.gufron.com/artikel/sejarah-sistem-operasi-linux-mint/5/
Linux Mint  tertata rapi dan sangat user friendly (bersahabat). Kelengkapan aplikasi, mulai dari aplikasi grafis, aplikasi perkantoran, internet hingga multimedia serta tampilan yang menarik dan kemudahan pemakaian menjadikan Linux Mint menarik bagi seorang pemula yang ingin mencoba Linux. Linux Mint juga dirancang untuk dapat dipasang bersama sistem operasi lain dan dapat secara otomatis mengatur sebuah lingkungan “dual boot” atau “multi boot” (sehingga ketika komputer dihidupkan pengguna diberikan pilihan sistem operasi manakah yang akan dijalankan) selama pemasangan.

sekian terima kasih.

Senin, 29 Juni 2015

BLC TELKOM. Mengatur waktu pada PROXMOX melalui terminal Linux Mint

SENIN, 29 JUNI 2015

Mengatur Waktu Pada Proxmox Melalui Terminal Linux Mint


1. Buka terminal anda , untuk masuk ke proxmox menggunakan ssh. 
Misal "ssh root@IP proxmox > enter" . Lalu masukan password proxmox anda lalu enter .





 2. Ketikan perintah "dpkg-reconfigure locales" lalu enter


3. Lalu akan masuk seperti gambar di bawah ini. Pilih en_US.UTF-8 UTF-8 dan id._US.UTF-8 UTF-8. Untuk menandai tersebut maka anda bisa mencet space .





4. Configuring Locales pilih yang en US.UTF-8 > Tab > OK
 

5. Ketik perintah "locale-gen"





6.  Lalu masuk ke ntp.conf dengan cara ketik "nano /etc/ntp.conf"



7. Tekan ke bawah sampai muncul tulisan debian untuk mengganti dari debian di ganti id .


server 0.debian.pool.ntp.org iburst
server 1.debian.pool.ntp.org iburst
server 2.debian.pool.ntp.org iburst
server 3.debian.pool.ntp.org iburst

menjadi


server 0.id.pool.ntp.org iburst
server 1.id.pool.ntp.org iburst
server 2.id.pool.ntp.org iburst
server 3.id.pool.ntp.org iburst

 Jika sudah di ganti maka lalu tekan
CTRL+X  > Y >  enter untukmenyimpan dan keluar.


8.  Langkahb yang terakhir mengechek menggunakan perintah "ntpq -p".


Sekian terima kasihh ..

Sabtu, 27 Juni 2015

BLC TELKOM ,,setting dasar mikrotik RB750 dengan Winbox




SABTU, 27 JUNI 2015

Setting dasar mikrotik RB750 dengan Winbox 



 


  • ether port 1 = port untuk kabel dari internet 
  • ether port 2 = untuk client 
  • ether port 3 = untuk client
  • ether port 4 = untuk client 
  • ether port 5 = untuk hotspot / AP router

Yang perlu di persiapkan :
  • 1 buah mikrotik RB750,  
  • Laptop untuk mensetiing, 
  • kabel UTP+RJ 45 yang sudah di crimping Straight untuk penghubung setting mikrotiknya,  
  • softwarenya pakai Winbox . kalau belum punya silakan download winbox
langkah langkah setting dasar mikrotik :

1. Setting ip di laptop 1 subnet dengan ip default mikrotik 192.168.88.1
2. Buka winbox, seperti tampilan di bawah ini.

  • Username : admin
  • password  : (kosong) /(tanpa password)


3. klik neighbors, konek melalui MAC Addres.



3. Masuk Winbox, connect dan tampilan seperti di bawah ini.



4. Jika Mikrotik anda sudah pernah di konfigurasi. Reset terlebih dahulu. Dengan Masuk ke System -> Reset Configuration.

.

5. Lalu muncul gambar dibawah ini , klik reset configuration.

 

6. Buka Winbox lagi
  • Identitas di atur dengan cara Klik System > Identity > Misal " Mikrotik-SMK"
 
  • Berikan Nama / Identitas tiap interface dengan cara : Klik Interfaces > Sorot tiap interface > klik ikon warna kuning untuk mengedit / memberikan nama tiap interfacenya

  • Berikan IP tiap interface dengan cara : Klik IP > Addresses > Klik ikon (+) > Berikan IP tiap ethernet (berikan IP Internetnya pada ethernet 1 jika menggunakan statis, IP internet ini diberikan oleh ISP tetapi jika ISP mengunakan layanan DHCP ,maka ethernet 1 jangan diberikan IP terdahulu)
  • Berikan DNS dengan cara :Klik IP > DNS (Berikan DNS) > Allow Remote Request diberi centang  
 
  • Jika ISP memberikan layanan DHCP kita harus mengatur IP secara DHCP dengan cara : IP > DHCP Client > Klik (+) > Pilih ethernet 1 > OK

  • Atur Firewall: Klik Firewall > NAT > Klik (+) > Pada General Pilih srcnat > out Interfaces ethernet1( sesuaikan yang mengarah ke internet)  > action > masquerade > OK

  • Setting DHCP Server tiap-tiap interfaces dengan cara : IP > DHCP Server > DHCP Setup > pilih ethernet > Next sampai OK













  • Ping google.com di terminal. Ini hasilnya 

 

Jumat, 26 Juni 2015

BLC TELKOM. PERINTAH DASAR TERMINAL LINUX MINT

JUM'AT, 26 JUNI 2015

PERINTAH DASAR TERMINAL LINUX MINT

apt-get install : untuk menginstal paket software
add  : untuk menambah
bg : kirim ke latar belakang
cat : menampilkan isi file
cd : menganti directory
chmod : mengubah izin akses
clear : menghapus layar terminal
cp : menyalin file kelokasi lain
cut : membagi file menjadi beberapa bagian
df : tamppilkan ruang disk
dir : daftar isi direktorib singkat
echo : tampilkan pesan dilayar
exit : untuk keluar dari shell
hostname : mengatur nama system
ifconfig : konfigurasi jaringan
instal : menyalin dan mengatur atribut
ls : melihat isi file
mkdir : membuat folder baru
mv : memindahkan dan riname file
open : membuka file dalam aplkasi defoult
rm : menghapus file
rmdir : memindah folder
su : menggantikan identitas penguna
sudo : menjalankan perintah dengan user laiin




Kamis, 25 Juni 2015

BLC TELKOM. INSTALL PROXMOX

KAMIS, 25 JUNI 2015

INSTALL PROXMOX 

PENGENALAN PROXMOX.

Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system. Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.

KELEBIHAN PROXMOX :
  • Open source, sehingga bebas digunakan oleh siapapun.
  • Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
  • Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
  • Mendukung berbagai format hardisk virtual.
  • Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory untuk menjalankan virtual server.
  • Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage.
  • Dapat digunakan untuk Cluster.
  • Mendukung banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
Beberapa hal yang harus di perhatikan mengenai proxmox :
  • Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada mesin 32 bit.
  • Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga.
  • Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel AMD-V.
Kebutuhan hardware untuk proxmox :
  • Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk).
Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah :
  • Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
  • Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
    motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
  • Memory RAM minimal 1 GB.
  • Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
  • NIC (Network Interface Card) 
Metode Installasi Proxmox.

Ada 2 metode dalam installasi proxmox yaitu :
1. Menggunakan CD Installer
2. Menggunakan Live USB

Installasi Proxmox.

Setelah mempelajari mengenai pengenalan Proxmox tahap selanjutnya adalah melakukan proses instalasi Proxmox untuk dapat digunakan sebagai OS virtualisasi. Perlu diketahui bahwa Proxmox bersifat Bare-Metal OS sehingga sistem antarmuka yang digunakan akan berupa Text Mode dan sebagian konfigurasi yang dilakukan melalui sistem remote.

Langkah-langkah nya :
1. Download Proxmox VE di http://www.proxmox.com/downloads/proxmox.
2. Burning kedalam CD atau menggunakan Live USB.
3. Booting komputer menggunakan CD yang sudah diburn atau jika tidak boot
komputer menggunakan USB.
4. Pada langkah pertama akan muncul halaman awal instalasi, kemudian tekan
ENTER.



5. Langkah selanjutnya pilih I Agree pada bagian lisensi. Proxmox ini dirilis dalam lisensi GPL sehingga bisa digunakan secara bebas atau free.



6.  Setelah menyetujui lisensi langkah berikutnya adalah memilih hardisk yang akan digunakan untuk sistem Proxmox. Perlu diketahui bahwa Proxmox akan
mengformat seluruh isi hardisk dan mengisinya dengan sistem. Jadi hendaknya
backup terlebih dahulu bila sebelumnya hardisk tersebut berisi data-data penting.



7. Berikutnya adalah mengatur Location and Time selection yaitu menentukan lokasi dan zona waktu sistem Proxmox VE. Isikan pada tab Country dengan Indonesia.



8. Sama seperti sistem operasi Linux lainnya Proxmox juga mewajibkan untuk
penggunanya menetapkan password. Secara default sistem Proxmox memiliki user root. Kemudian isikan E-mail, hal ini digunakan untuk monitoring, sehingga segala bentuk informasi akan dikirimkan ke e-mail tersebut.

 

9. Karena Proxmox dalam konfigurasinya kebanyakan menggunakan web based maka dalam hal ini wajib diatur IP untuk keperluan remote menggunakan web.



10. Setelah langkah-langkah yang telah dilakukan tadi maka proses instalasi pun dapat berjalan. Tunggu sekitar kurang lebih 30 menit sampai proses install selesai.



11. Apabila proses instalasi selesai kemudian sistem akan meminta untuk reboot.

Akses Web Proxmox.

1. Remotelah dari komputer client melalui browser menggunakan IP yang telah diatur sebelumnya. Dalam kasus ini menggunakan IP 192.168.42.2. Di awal akan muncul halaman login User Name dan Password. Isikan User Name dengan root kemudian Password sesuai apa yang telah diisikan pada saat langkah instalasi.



2. Setelah itu akan masuk ke halaman tampilan awal untuk konfigurasi Proxmox.



Menu Proxmox.



Ada banyak menu di Proxmox yaitu berada pada Datacenter. Alangkah baiknya sebelum kita melakukan konfigurasi Proxmox terlebih dahulu memahami fungsi dari masing-masing menu, antara lain :
a. Search => menu ini digunakan sebagai tempat pencarian baik pencarian node maupun storage
b. Summary => Menu ini menampilkan node-node yang aktif atau tergabung pada cluster.
c. Storage => berisi inforamasi storage yang digunakan atau untuk membuat/edit/remove storage. Bermacam-macam tipe storage yang dapat digunakan mulai dari directori lokal, LVM, NFS, ISCSI, dan RBD.
d. Backup => membuat/edit/remove file image yang akan dibackup.
e. Users,=> membuat/edit/remove user yang akan digunakan digunakan Administrator, PVE Admin, dan lain-lain tergantung dengan hak yang diberikan sesuai dengan Roles.
f. Groups => membuat/edit/remove pengelompokkan user yang digunakan.
g. Pools=> biasanya digunakan untuk keperluan pengelompokkan VM yang akan dibuat. Misalnya VM Database, VM Web, VM Windows dan VM Linux dan lain-lain. Tujuanya adalah mempermudah sysadmin dalam mengelola VM.
h. Permissions => mempunyai fungsi sebagai pengelola hak akses untuk setiap user yang ada.
i. Roles => berisi daftar informasi hak akses yang dapat diberikan pada user.
j. Authentication => inforamasi mengenai protokol yang digunakan untuk authentikasi terhadap sistem Proxmox. Kita bisa menggunakan user yang ada pada AD atau LDAP untuk digunakan sebagai autentikasi pada Proxmox.
k. HA (High Avaliablity) => menu ini digunakan untuk keperluan High Avaliablity.